ISI
TABUT
Apa
yang mula-mula ada di dalam tabut?
34:27
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah segala firman ini, sebab
berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan
Israel."
34:28 Dan Musa ada di
sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya,
tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala
perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.
34:29 Ketika Musa turun
dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun
dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia
telah berbicara dengan TUHAN.
40:20
Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah
kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut
itu.
40:21
Dibawanyalah tabut itu ke dalam Kemah Suci, digantungkannyalah tabir penudung
dan dipasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah--seperti yang
diperintahkan TUHAN kepada Musa.
(Kitab
Keluaran)
Berdasarkan
ayat-ayat ini, perkara pertama yang ada di dalam tabut ialah dua loh yang
tertulis di atasnya 10 Perjanjian. 10 Perjanjian ini ditulis oleh Nabi Musa
atas perintah Tuhan ketika Nabi Musa ‘bertemu’ dengan Tuhan di Bukit Tursina
(Sinai).
TABUT
SELEPAS KEWAFATAN NABI MUSA
Kitab
Yoshua daripada Perjanjian Lama menukilkan:
1:1 Sesudah Musa hamba
TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu,
demikian:
1:2 "Hamba-Ku
Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini,
engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka,
kepada orang Israel itu.
1:8 Janganlah engkau
lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam,
supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di
dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan
beruntung.
1:11 "Jalanilah
seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah
bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini untuk
pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk
diduduki."
3:1 Yosua
bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan
sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum
menyeberang.
3:2 Setelah
lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan,
3:3 dan memberi
perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut
perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka
kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya—
3:4 hanya antara kamu
dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah
mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh,
sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."
3:6 Dan kepada para
imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan
menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut
perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.
3:8 Maka
kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian:
Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai
Yordan itu."
3:11
sesungguhnya, tabut perjanjian Tuhan semesta bumi berjalan menyeberang di depan
kamu, masuk ke sungai Yordan.
3:13
Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi,
berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus;
air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan."
3:14
Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi
sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan
bangsa itu.
3:15
Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam
pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai
itu--sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim
menuai—
3:16
maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi
bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan,
sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali.
Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.
3:17
Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah
yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel
menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai
menyeberangi sungai Yordan.
4:11
Ketika seluruh bangsa itu selesai menyeberang, maka menyeberanglah tabut TUHAN
itu serta para imam di depan mata bangsa itu.
4:15
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian:
4:16
"Perintahkanlah para imam pengangkat tabut hukum Allah itu supaya naik
dari sungai Yordan."
4:17
Maka Yosua memerintahkan kepada para imam itu, demikian: "Keluarlah dari
sungai Yordan."
4:18
Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari
tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di
tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya dan
mengalir seperti dahulu dengan meluap sepanjang tepinya.
4:24 supaya semua
bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut
kepada TUHAN, Allahmu."
5:1 Ketika
semua raja orang Amori di sebelah barat sungai Yordan dan semua raja orang
Kanaan di tepi laut mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air sungai Yordan
di depan orang Israel, sampai mereka dapat menyeberang, tawarlah hati mereka
dan hilanglah semangat mereka menghadapi orang Israel itu.
PENJELASAN:
Siapakah
Yoshua bin Nun? Kita mengenalinya sebagai Yusha’ bin Nun, pengganti Nabi Musa
sebagai pemimpin Bani Israil selepas kewafatan Musa. Diberitakan Yusha’ inilah
yang menjadi teman Nabi Musa dalam pengembaraan mereka mencari seorang hamba
Allah yang paling berilmu di pertemuan dua laut (banyak pendapat mengatakan hamba
Allah itu ialah Khidhir). Dalam pengembaraan itu, Yusha’ melihat ikan yang
mereka bawa hidup kembali.
Baiklah.
Lihat ayat pertama Kitab Yoshua ini:
1:1 Sesudah Musa
hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu,
demikian:
Apakah
ini ayat-ayat Taurat/ Torah? Tentunya tidak.
Mengapa?
Kerana Taurat diturunkan Tuhan kepada Nabi Musa.
Apa
masalahnya? Ayat-ayat dalam Kitab Yoshua ini diturunkan selepas kewafatan Nabi
Musa.
Jadi?
Kitab Yoshua dalam Old Testament ini lebih berupa catatan ahli sejarah Bani
Israil, bukannya Taurat/ Kitab Suci.
Apakah
kedudukan Yusha’ di sisi Tuhan? Kemungkinan seorang nabi ataupun rasul kerana
‘Tuhan berfirman kepadanya’.
Selepas
kewafatan Nabi Musa as, kaum Bani Israil diperintahkan Tuhan untuk berhijrah
menyeberangi Sungai Jordan menuju ke satu tempat yang dijanjikan. Mereka turut membawa
tabut. Berlaku keajaiban ketika mereka menyeberangi Sungai Jordan. Apabila para
pendeta dan tabut yang mereka bawa berada di air, air Sungai Jordan terbenteng
dengan sendirinya menyebabkan aliran sungai terputus dan sungai menjadi kering.
Ketika itu seluruh rombongan Bani Israil menyeberang Sungai Jordan sama seperti
ketika Nabi Musa membelah Laut Merah.
Peristiwa
ini membuatkan musuh-musuh Bani Israil menjadi lemah semangat kerana mereka
sedar betapa hebatnya keajaiban yang berlaku.
Bersambung...
|