Tabut- The Ark of the Covenant (bah 9)
Posted on Sunday, December 21 @ 22:02:56 EST by alexanderwathern |
|
BENARKAH TABUT DI NUSANTARA?
TABUT DALAM AL-QURAN
BENARKAH TABUT DI NUSANTARA?
Benarkah Tabut di Nusantara (khususnya Indonesia)?
Dikatakan
Wikipedia ada menyebut tentang Indonesia sebagai lokasi tabut. Saya
cuba mencarinya tetapi belum ketemu. Yang saya perolehi ialah ungkapan
berikut:
“The ETHIOPHIAN
Orthodox Church claims to possess the Ark of the Covenant or tabot in
Axum. The object is now kept under guard in a treasury near the Church
of Our Lady Mary of Zion, and used occasionally in ritual
processions.[6] But versions of the Aksum tabot are kept in every
ETHIOPHIAN church, each with its own dedication to a particular saint,
most popularly Mary, George and Michael[7].”
“The
Kebra Nagast is ETHIOPHIA’S greatest national document, composed to
legitimise the new royal line established in 1270 by claiming its
descent from Menelik I, the son of King Solomon and the Queen of Sheba,
and contains a reference to the Ark of the Covenant being brought to
ETHIOPHIA by Menelik. However, recent scholarship suggests that that
reference is a later interpolation: many important manuscripts later
than the thirteenth century make no reference to it, and it only became
a core element of ETHIOPHIAN beliefs in the seventeenth century. It has
been plausibly suggested that the claim that the Aksum tabot is the
real Ark of the Covenant results from misunderstandings between the
ETHIOPHIANS and their Portuguese allies following the defeat of Arab
invasions in the sixteenth century – misunderstandings which were
gratefully exploited and developed by the ETHIOPHIAN church[7].” http://en.wikipedia.org/wiki/The_Ark_of_the_Covenant
Apabila dua perenggan di atas diterjemahkan menggunakan Google Translate, ia akan jadi begini:
“Gereja
Ortodoks ETHIOPHIA yang klaim untuk memiliki Ark dari Perjanjian atau
tabot di Axum. Objek sekarang disimpan di bawah penjagaan di dekat
perbendaharaan Jemaat kami Lady Maria Sion, dan kadang-kadang digunakan
dalam upacara processions. [6] Tetapi versi dari Aksum tabot disimpan
di setiap ETHIOPHIA gereja, masing-masing dengan dedikasi sendiri ke
santo tertentu, paling terkenal dan populer dengan Maria, dan George
Michael [7].”
“Yang Kebra Nagast terbesar di INDONESIA adalah
dokumen nasional, yang terdiri untuk legitimise royal baris baru
didirikan di 1270 oleh para mengklaim keturunan dari Menelik I, putra
Raja Sulaiman dan Ratu dari Sheba, dan berisi referensi ke Ark dari
Perjanjian yang dibawa ke INDONESIA oleh Menelik. Namun, baru-baru ini
menunjukkan bahwa beasiswa merupakan referensi yang kemudian
interpolasi: banyak penting Mushaf lebih lambat dari tiga abad tidak
membuat referensi untuk itu, dan hanya menjadi unsur inti dari
ETHIOPHIA kepercayaan di abad ketujuh. Ia telah plausibly mengemukakan
bahwa klaim bahwa Aksum tabot adalah nyata Ark dari Perjanjian hasil
dari kesalahpahaman antara ETHIOPHIANS Portugis dan sekutu mereka
mengikuti kekalahan di Arab invasi pada abad keenambelas -
kesalahpahaman terima kasih yang dieksploitasi dan dikembangkan oleh
ETHIOPHIA gereja [7].”
Kita lihat terjemahannya.
ETHIOPHIAN menjadi ETHIOPHIA ETHIOPHIA’S menjadi INDONESIA? ETHIOPHIA menjadi INDONESIA? EUTHOPHIANS menjadi EUTHOPIANS
Masalahnya
terletak pada ‘fikiran’ Google Translate. Google Translate (orang yang
memprogamkannya) tersilap dalam menterjemahkan ETHIOPHIA’S dan
ETHIOPHIA menjadi INDONESIA!
Dari segi sejarahnya pula, umum
mengetahui jika ada pun penghijrahan keturunan berdarah Yahudi ke
sebelah Timur (Asia) ialah pada zaman Nabi Ibrahim. Ketika itu tabut
masih berada di tangan orang-orang Bani Israil sehinggalah selepas
zaman Nabi Sulaiman. Selepas zaman Nabi Sulaiman pula, umumnya
orang-orang Yahudi tidak lagi berhijrah ke rantau sebelah sini,
lebih-lebih lagi keturunan Bani Levi.
Berdasarkan
maklumat-maklumat ini, kemungkinan untuk tabut berada di sekitar
Nusantara nampaknya tipis. Mungkin ada maklumat-maklumat lain yang
tidak sampai kepada saya. Namun begitu, Allah boleh meletakkannya di
mana-mana saja termasuklah di Nusantara khususnya Indonesia sekalipun.
TABUT DALAM AL-QURAN
Kitab suci Al-Quran the Last Testament mengkhabarkan:
“Dan
nabi mereka berkata kepada mereka: “Sesungguhnya tanda kerajaan (Talut)
itu ialah datangnya peti tabut yang mengandungi sakinah (ketenteraman?)
daripada Tuhan kamu, dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga
Harun, dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu
menjadi tanda bagimu jika benar kamu orang yang beriman.” (Al-Baqarah : 248)
Inilah
satu-satunya ayat dalam al-Quran yang menyebut tentang tabut secara
langsung. Mari kita mengembara ke dalam ayat ini untuk mendapatkan isi
tersurat dan tersiratnya.
PERTAMA: Mengapa hanya sekali saja disebut?
Ada
beberapa kemungkinan. Boleh jadi ia perkara yang tidak penting kepada
umat akhir zaman. Namun begitu, keterbalikan daripadanya juga mungkin.
Boleh jadi ia penting lalu disebut sekali saja sebagai ‘penarik
perhatian’. Apabila disebut sekali saja, orang akan tertanya-tanya
tentangnya lebih daripada perkara-perkara yang disebut banyak kali.
Contoh: Setiap
hari kita menemui “solat, zakat, solat, zakat” ketika membaca al-Quran
membuatkan kita pun lali untuk mengambil tahu tentangnya. Suatu hari,
tiba-tiba kita terjumpa “tabut”, dengan penuh minat kita akan
tertanya-tanya, “Apa benda tabut ni?” Ada kemungkinan begitu caranya
Allah mahu menarik perhatian kita.
Dajjal tidak disebut secara
langsung dalam al-Quran walaupun satu ayat, tapi kita mengakuinya
sebagai perkara yang penting. Cuma kisah Dajjal ada dinyatakan dalam
beberapa hadis sedangkan kisah tabut tidak begitu. Tapi di sini kita
mendapat satu gambaran, sekalipun sesuatu perkara itu tidak disebut
banyak kali ataupun tidak disebut langsung dalam al-Quran, hal itu
tidak bererti ia tidak penting kepada kita.
KEDUA: Siapa ‘nabi mereka’ itu?
Al-Quran
tidak menjelaskan identitinya. Ayat 246-248 surah al-Baqarah hanya
menamakannya sebagai “nabi mereka” (ada hikmahnya penggunaan nama “nabi
mereka” ini yang akan kita sentuh di bawah nanti). Menurut Bible pula,
peribadi itu ialah Nabi Samuel.
KETIGA: Siapakah Talut?
Surah
al-Baqarah ayat 246-251 mengisahkan kaum Bani Israil menuntut kepada
Nabi X agar mereka diberikan seorang raja. Kononnya jika diberi seorang
raja, mereka akan bersemangat untuk pergi berjihad. Sebelum itu Bani
Israil dipimpin oleh para hakim.
Nabi X berasa ragu.
Seandainyalah Tuhan memberikan mereka seorang raja dan raja itu
mengisytiharkan jihad, mahukah mereka pergi berjihad? Maklumlah, Nabi X
sedia faham kelakuan kaum Bani Israil yang banyak meminta itu ini
tetapi sering saja melakukan kesalahan.
Apa yang dibimbangkan
oleh Nabi X menjadi kenyataan. Setelah Talut dipilih menjadi raja dan
Tuhan datangkan perintah supaya berjihad, hanya segelintir saja
orang-orang Bani Israil yang mahu.
Antara punca keengganan
mereka ialah perlantikan Talut (Bible menamakannya Saul). Mereka
memandang Talut seorang yang tidak bangsawan lagi tiada harta kekayaan.
Jadi mereka tidak suka orang yang lebih rendah kedudukannya menjadi
pemerintah mereka. Tetapi Nabi X mempertahankannya kerana perlantikan
Talut itu adalah atas wahyu Tuhan, mana boleh diubah-ubah. Lagi pula,
Talut memang terbukti sebagai seorang yang berpengetahuan tinggi dan
gagah.
Dan pulangnya tabut kepada Bani Israil setelah dirampas oleh orang-orang Palestin menjadi petanda keredhaan Tuhan kepada Talut.
Dalam
Bible pada sifir Samuel 1 fasal 8, 9 dan 10 mengisahkan perihal yang
lebih kurang sama dengan kisah daripada al-Quran. Cuma bahagian
‘kembalinya tabut sebagai petanda Saul sebagai raja yang diredhai
Tuhan’ tidak saya temui.
KEEMPAT: Apa itu ‘sakinah’?
Biasanya
ia diterjemahkan sebagai ‘ketenteraman’. Maksudnya yang tepat hanya
Allah yang tahu. Berikut adalah ayat-ayat al-Quran yang menyentuh
‘sakinah’.
“Dialah
yang menurunkan SAKINAH ke dalam hati orang-orang mukmin supaya
bertambah keimanan dan keyakinan mereka beserta keimanan dan keyakinan
sedia ada; padahal Allah menguasai tentera langit dan bumi, dan Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Al-Fath: 4)
“Demi
sesungguhnya Allah redha akan orang-orang yang beriman ketika mereka
memberikan pengakuan taat setia kepadamu (Muhammad) di bawah naungan
pohon (di Hudaibiah), maka ternyata apa yang sedia diketahuiNYa tentang
yang ada dalam hati mereka, lalu Dia menurunkan SAKINAH ke atas mereka
dan membalas mereka dengan kemenangan yang dekat masa datangnya.” (Al-Fath: 18)
“(Ingatlah)
ketika orang-orang kafir itu menimbulkan perasaan sombong angkuh dalam
hati mereka- perasaan sombong angkuh secara jahiliah, lalu Allah
menurunkan SAKINAH kepada RasulNya dan kepada orang-orang
beriman,.......” (Al-Fath: 26)
Nampaknya ia seperti satu ‘ketenteraman yang menguatkan’ hati/ jiwa. Wallahualam.
KELIMA: Apa
maksud bahagian ini: “datangnya peti tabut yang mengandungi sakinah
(ketenteraman?) daripada Tuhan kamu, dan sisa peninggalan keluarga Musa
dan keluarga Harun, dibawa oleh malaikat...”?
Peti tabut
dikatakan mengandungi ‘sakinah’, dan menurut pemahaman kita ‘sakinah’
bukanlah benda maujud. Kali ini Al-Quran tidak menceritakan apa-apa
tentang dua loh batu berisi 10 Perjanjian yang diletakkan Nabi Musa ke
dalam tabut.
Kemudian Al-Quran menyebutkan “sisa peninggalan
keluarga Musa dan keluarga Harun.” Apakah barang peninggalan mereka
berada di dalam tabut? Bahagian ini memang mengelirukan.
Jika
maksud sebenar ayat ini ialah “datangnya peti tabut dan datangnya
peninggalan keluarga Musa dan Harun”, bererti kedua-duanya terpisah dan
barang peninggalan itu tidak berada di dalam tabut.
Tapi jika
maksudnya ialah “datangnya peti tabut yang mengandungi sakinah dan
mengandungi peninggalan keluarga Musa dan Harun”, bererti barang-barang
peninggalan itu berada di dalam tabut.
Yang mana satu?
Wallahualam.
KEENAM: “Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagimu jika benar kamu orang yang beriman.”
Sebagaimana
yang kita sedia maklum, ada ayat-ayat al-Quran yang mengisahkan perkara
lalu tetapi pada masa yang sama ia juga memberi petanda kepada
perkara-perkara akan datang. Cerita tabut ini juga dipercayai oleh
sebahagian orang sebagai petanda untuk satu hal yang bakal berlaku
selepas zaman Rasulullah saw iaitu kedatangan Al-Mahdi.
Secara
peribadi saya melihat mungkin inilah antara hikmahnya Allah tidak
meletakkan nama nabi Bani Israil itu (Samuel) tetapi menggunakan
perkataan “nabi mereka”. Maksudnya tidak mustahil ayat ini ditujukan
juga kepada umat Nabi Muhammad dan ‘nabi mereka’ itu merujuk kepada
baginda sendiri. Jika diletakkan nama “Samuel”, maka nama itu menjadi
khusus buat Nabi Samuel seorang saja. Tapi apabila diletakkan “nabi
mereka”, gantinama ini masih boleh dipadankan dengan peribadi yang
lain. Contohnya dipadankan dengan Nabi Muhammad saw.
Lihat maksud ayat yang asal:
“Dan
NABI MEREKA berkata kepada MEREKA: “Sesungguhnya TANDA KERAJAAN ITU
ialah datangnya peti tabut yang mengandungi sakinah daripada Tuhan
kamu, dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, dibawa
oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagimu
jika benar kamu orang yang beriman.”
Kita andaikan
“nabi mereka” itu ialah Nabi Muhammad dan “mereka” itu ialah kita.
Disebut “mereka” kerana hal yang dimaksudkan tidak akan berlaku pada
zaman baginda dan para sahabat tetapi pada zaman selepas mereka. Boleh
jadi zaman kita!
Jadi Nabi Muhammad berpesan kepada generasi
selepas zaman sahabat iaitu kita tentang KEDATANGAN SATU KERAJAAN. Pada
ayat 248 ini, perkataan ‘Talut” tidak ada. Nama Talut disebut dalam
ayat sebelumnya. Hal ini juga mungkin satu petunjuk kepada kita kerana
Allah tidak mengkhaskan ‘kerajaan’ itu kerajaan siapa. Jika disebut
secara jelas “kerajaan Talut”, bererti ia tidak boleh digunakan untuk
menunjukkan kerajaan yang lain.
Sebagaimana yang kita maklumi,
selain daripada pengetahuan, agenda utama Talut ialah memimpin angkatan
perang. Dengan angkatan perang inilah dia membina sebuah kerajaan. Jika
benarlah ayat ini mempunyai maksud berganda iaitu menceritakan kisah
dulu dan kisah akan datang, maksudnya akan datang seorang yang seperti
Talut memimpin angkatan perang lalu menubuhkan kerajaan.
Di
sinilah kita lihat seakan ada kaitan dengan kedatangan Imam Mahdi dan
kembalinya kekhalifahan Islam untuk kali kedua. Perkara ini (munculnya
tabut) adalah SATU PETANDA bagi ORANG-ORANG BERIMAN. Apabila kita
mendengar cerita tentang penemuan tabut, bererti Imam Mahdi sudah ada
dan daulahnya akan dibentuk tidak lama lagi.
Wallahualam.
bersambung..
PS: Lawati laman kajian saya di http://myalexanderwathern.blogspot.com/
|
|
|
| |
|
| Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name. |
|
|
|