BAHAGIAN PERTAMA Klik DI SINI
Pagi
yang cerah masak ketupat,
Daun
palas di tepi kawah;
Tidak
berarah tidak bertempat,
Bukan di atas bukan di
bawah
Menangkap
sepat di kebun nyonya,
Sambil
meredah bergurau-senda;
Sebelum
tempat diciptakan-Nya,
Dia
sudah sedia ada
Burung
kelicap di atas rakit,
Sungai
Muda mengalir sepi;
Terlihat
asap di atas bukit,
Itulah
tanda wujudnya api
Di
waktu malam mencari bintang,
Menunggang
kuda di tepi kota;
Melihat
alam luas terbentang,
Jadi
petanda ada Pencipta
Bermain
panah di tepi lembah,
Ternampak
rusa berlari-lari;
Keluar
rumah kasut berubah,
Mustahil
ia berjalan sendiri
Hari
yang kelam awan berarak,
Hembusan
angin bersimpang-siur;
Bukankah
alam sentiasa bergerak,
Mana
mungkin tiada Pencatur
Anak
kedidi di sawah padi,
Merbah
mendarat menjelang senja;
Antara
nak jadi dengan tak jadi,
Mengapa
berat salah satunya?
Merbah
mendarat menjelang senja,
Malam
tiba berubah cuaca;
Mengapa
berat salah satunya,
Tukang
Memilih, Dialah punca
Anak
kekura dipijak rusa,
Lalu
disergah si ular sawa;
Pemelihara
dan Penguasa,
Dialah
Ilah makhluk semua
Di
tepi tangga pasang pelita,
Api
pelita nyalanya kuat;
Diri
kita Dia yang cipta,
Gerak
kita Dia yang buat
|